Sesuatu

53
points

Aku hampir tidak percaya berada di tempat ini lagi setelah apa yang ditinggalkannya di hatiku.

Ingin rasanya aku berbalik dan pergi meninggalkan tempat suram ini. Tapi ada sesuatu yang melarangku, sesuatu yang membuatku merasa tentram. Seperti dulu.

Aku berdiri disebuah taman kecil tak jauh dari seberang jalan raya. Di tiap sudut taman terdapat beberapa ayunan, jungkat-jungkit,dan beberapa tanah lapang kecil yang biasa digunakan oleh anak anak untuk berkejar-kejaran. Sedang taman ini sendiri dikelilingi oleh pagar yang disana sini sudah dirambati tanaman.

Aku berdiri dihadapan pohon beringin besar yang terletak di pusat taman. Beringin ini (oleh masyarakat sekitar) dikatakan sebagai tempat persemayaman hantu penunggu taman sehingga dijadikan tempat keramat.
Tapi bagiku, pohon ini tidak hanya sekedar pohon beringin angker, tapi lebih daripada itu.

Aku bergerak limbung, menuju sebuah bangku panjang yang terletak tepat dibawah sang beringin.
Aku memejamkan mata.

Ia tersenyum saat menghampiriku.
"Sudah lama ya?" Tanyanya
"Nggak kok" Kataku.
"Katanya mau datang bawa bunga?" katanya sambil memperhatikan tas punggungku "mana?"
"ada kok!" jawabku sedikit berlagak nakal.
"Mana?" Ia merangsek duduk disebelahku.
"cium dulu dong!"
"iih, genit ah!" ia berlagak cemberut "mau pulang aja ah!"

Aku membiarkannya beberapa lama berlagak ngambek. Memang ia sudah biasa seperti itu, tapi nantinya kembali seperti biasa.
Gadis ini adalah kekasihku, Lira. Ia anak yang ramah, cerdas, serta supel.
Mungkin tak akan terlihat dari luar kalau sebenarnya Lira adalah pengidap kanker otak.

Ia adalah cinta pertamaku, sesuatu yang kuimpikan sejak masih kanak kanak.
Sesuatu yang kusebut dalam tidurku, terselip di setiap bait doaku, dan bahkan kini, masih jadi memori indah di hatiku.

"Besok ada acara?" Tanyaku sambil perlahan lahan menyerahkan setangkai mawar padanya.
"wuih, MAWAR!"
"besok ada acara?" Ulangku.
Ia menggeleng, masih sambil menghirup wangi sang mawar dalam dalam.
"Mau nonton?" Aku mengeluarkan tiket bioskop yang kudapat tadi siang "ada film baru loh!"
"Boleh" katanya "jam berapa?"
"Sore, abis pulang sekolah"
"ok" Ia bangkit dari duduknya "kutunggu disini sepulang sekolah, ok"
"iya deh"

Ia menyambar tasnya dan bergegas pergi.
"Lir! tunggu bentar dong!"
"Apa?"
Aku menunjuk pipiku.
"ogah ah, lain kali aja kalau dibawain lebih dari satu mawar!" katanya sebelum menjulurkan lidahnya.
"Awas ya, besok ku bawain bunga bangkai aja!"
Ia tidak berhenti berjalan, dan berbelok saat sampai di pintu masuk taman. Menghilang.

Aku membuka mataku dan melirik arlojiku. Pukul 17.30.
Tidak terasa sudah satu jam aku berada di taman sana.
Tadi itu benar benar mimpi paling indah yang pernah kurasakan.

Aku benar benar merindukannya. Amat sangat merindukannya. Raganya mungkin telah kalah dalam pertarungan melawan waktu dan takdir, tapi ada sesuatu yang tertinggal.
Sesuatu yang saat ini masih dapat kurasakan.
Kupetik setangkai bunga rumput dan meletakkannya di bawah sang beringin tua.
Sedikit penghargaan dariku untuk semua kenangan yang pernah terjadi disini antara Aku, Lira, dan sang beringin.

Bunga rumput ini, hanya sesuatu untuk menunjukan pada Duina, Takdir dan Waktu, bahwa sesuatu yang dulu pernah dan bahkan hingga kini masih kurasakan ini, takkan mampu mereka kalahkan.

Your rating: None Average: 7.6 (7 votes)
dikirim arsenal mania 25 minggu 5 jam yang lalu
Tag: