# Masalahnya (sama seperti di bawah), cerita (cerpen) itu tidak hanya sekedar emosi yang meluap-luap!! Tapi ada alurnya, dan ke arah mana kamu membawa alur itu (inilah maksudnya kamu kurang sistematis).
Coba di konsep dulu sebelum membuat cerita. Kalau sulit mengkonsepnya di otak, konseplah di kertas!!
waaah..
kata-kata yang kamu pakai udah sangat bagus, penggambaran emosi pun mantep!
di cerita kamu ini lebih ke pergolakan emosi si penulis, jadi kayak bener2 curhat!
tokoh cewek itu bisa dieksplor lagi sebenernya, dimana kalian pertama ketemu, gimana akhirnya seseorang yang ga percaya cinta akhirnya bisa percaya, dsb, dsb.. hal itu bisa dijadiin konflik di cerita ini..
Soal alur sebenernya ga ada masalah, cuma dari penyajiannya masih kurang halus dan sistematis..
*maaf yaa, hanya komentar dari orang yang sama2 terus belajar
between the age of 16-18
women is like Aceh politically
Struggling desperately to be on her own
between 19-24
women is like Padang cullinary
sm ... lanjut baca
Nama daerahnya Tajur. Desa penghasil beras. Nama desanya aku lupa. Mungkin itu yang terbaik. Karena aku mau membuka borok negara ini. Dan pengennya me ... lanjut baca
Suara itu sungguh memilukan. Suara itu adalah suara seorang anak yang menangisi kepergian ibunya. Disamping tubuh yang tergolek bersimbah darah, terli ... lanjut baca
I shook her hand and said: “so long.”
She gave me that angelic smile and said: “i’m glad that u can once again stand... without thinking of m ... lanjut baca
Soulmate.
Tiba-tiba kata itu mengetuk pikiran Mimi, membangunkannya dari alam mimpi. Ia melirik jam yang bertengger di dinding putih diseberang tempa ... lanjut baca
Semesta bertanya pada matahari: “apa yang kau bawa hari ini?”
Matahari menjawab, “Harapan.”
Matahari menyapa bumi: “apa yang akan kau be ... lanjut baca
malam ini adalah malam para angin.
mereka berhembus entah kemana.
utara, barat, timur dan selatan.
ada juga yang pergi ke antah berantah.
terbang! ... lanjut baca
Drama satu babak itu biasa keluargaku mainkan hampir tiap malam minggu mulai pukul 19.30 sampai salah satu pemain utamanya bosan atau telinganya mau m ... lanjut baca
“blam!!!” kap mobil ditutup. Aku berjalan dengan lemas ke arah warung nasi, tempat yang di jadikan perteduhan (makasih, ya, pak pemilik warnas). T ... lanjut baca
Dan aku berkata: “jadi kamu mau... putus?”
Kamu lama terdiam, lalu: “iya. Kayaknya ini yang terbaik, D.”
Dunia serasa berputar, tapi aku mas ... lanjut baca
Dibalik daun jendela aku menulis
Tentang sebuah makna jiwa yang bertebaran di ujung cinta
Yang terjalin dalam asmara cinta yang buntu
Aku bingung ... lanjut baca
siapa bilang aku berhenti percaya cinta?
lagipula siapa cinta?apa itu cinta? siapa yang memberi makna?
cuma kata-kata yang lebih ringan dari kapas. ... lanjut baca
Aku terbangun pagi ini dengan perasaan luar biasa gembira seolah ini adalah hari yang akan mengukir sejarah di hidupku. Aku bergegas mandi, lalu mem ... lanjut baca
Jangan salahkan ketika aku secara tidak sengaja dapat menyebabkanmu menutup mata untuk selamanya. Aku tidak ingin dikatakan sebagai pembunuh. Memang b ... lanjut baca
Kawan, yaah...gelar itu pantas untukmu
Saudara ku tidak ada yang sepertimu
Mereka semua bersamaku
Aku tidak pernah berharap lebih, dari setiap ... lanjut baca
berjalan membawa semua kesedihan
berharap menemukan wajah yang sangat kurindui
aku kehilangan waktu untuk bersamamu
ingin kutebus semua kesalahanku ... lanjut baca
Terus terang dengan baca cerita ini, gw jadi dapet ide menarik. Mungkin nanti jadinya bakalan agak2 mirip kek gini.
Kekurangannya mungkin di plotnya. Soalnya ga diceritain tentang pertemuan dia sama cinta..
Keep up the good work!
Maaf pointnya!!
# Di cerita ini memang emosinya terasa sangat!!
# Masalahnya (sama seperti di bawah), cerita (cerpen) itu tidak hanya sekedar emosi yang meluap-luap!! Tapi ada alurnya, dan ke arah mana kamu membawa alur itu (inilah maksudnya kamu kurang sistematis).
Coba di konsep dulu sebelum membuat cerita. Kalau sulit mengkonsepnya di otak, konseplah di kertas!!
konfliknya masuk
asik
paling terkesan sama:
Apakah karena aku kurang hebat makanya dia tidak untukku?
wah wah
waaah..
kata-kata yang kamu pakai udah sangat bagus, penggambaran emosi pun mantep!
di cerita kamu ini lebih ke pergolakan emosi si penulis, jadi kayak bener2 curhat!
tokoh cewek itu bisa dieksplor lagi sebenernya, dimana kalian pertama ketemu, gimana akhirnya seseorang yang ga percaya cinta akhirnya bisa percaya, dsb, dsb.. hal itu bisa dijadiin konflik di cerita ini..
Soal alur sebenernya ga ada masalah, cuma dari penyajiannya masih kurang halus dan sistematis..
*maaf yaa, hanya komentar dari orang yang sama2 terus belajar
kata2nya luamayn kreativ, cuma alur bolak-baliknya mesti diperbaiki lagi susunannya.
emosi kamu meluap-luap. tapi aku juga setuju dengan prayana.. kamu kurang sistemastis dalam penyajian cerita
penyajian penulisan perlu diperbaiki. isi cerita dan pengungkapan cerita sudah bagus, emosinya terasa. tinggal didalami lagi.
terus menulis
ngga kaya cerita tuh..
tapi emosinya kerasa meluap-luap kayakya untuk mempertahankan prinsip
cerita yang ironis ya,...
masih soal curhatan nih?
bagus, kok..